Di Tengah Kabut Luka
Penulis: Tamara Geraldin Sumber Foto: https://pin.it/4L9TV0R4f Cerpen Riko menundukkan kepala, menatap kosong ke halaman buku catatannya. Tinta biru di atas kertas putih hanya tergores sebaris, kemudian terhenti. Di luar jendela kelas, matahari bersinar malu-malu, tertutup awan tipis yang mengambang seperti kabut dalam kepalanya. Sejak kecil, rumah bukanlah tempat yang hangat baginya. Ayahnya seperti badai, selalu datang dengan suara menggelegar dan meninggalkan jejak luka di tubuh dan hati. Ibunya? Ia hanya bisa menangis dalam diam, suaranya tenggelam oleh gelegar amarah yang merajalela. Riko tumbuh dalam bayang-bayang ketakutan, hingga ke sekolah pun, ia memilih menjadi bayangan. Pak Budi, guru bahasa Indonesia, memperhatikannya. “Riko, bisakah kau menulis tentang apa yang kau rasakan?” tanyanya suatu siang, saat kelas telah sepi. Riko mendongak, ragu-ragu. “Saya tidak tahu harus menulis apa, Pak.” Pak Budi tersenyum, bijak seperti seorang pertapa yang memahami isi hati tanpa pe...