Strategi Tindak Tutur dalam Komentar Netizen: Kajian Pragmatik pada Media Sosial Instagram

Penulis: Windi Aulia
Sumber Foto: https://pin.it/4PYrWFMC7



Artikel Ilmiah


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi tindak tutur yang digunakan oleh netizen dalam kolom komentar unggahan publik figur di Instagram. Melalui pendekatan pragmatik, khususnya teori tindak tutur dari Searle dan kesantunan dari Brown dan Levinson, penelitian ini menganalisis bentuk, fungsi, serta konteks sosial di balik ujaran netizen. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa komentar-komentar pada unggahan tokoh publik yang sedang viral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif dan ekspresif paling dominan, sering disertai dengan strategi kesantunan negatif maupun pelanggaran prinsip kesantunan. Temuan ini merefleksikan dinamika komunikasi digital yang sarat ekspresi dan dipengaruhi oleh anonimitas serta budaya media sosial.

Kata kunci: tindak tutur, komentar netizen, pragmatik, Instagram, kesantunan berbahasa. 


ABSTRACT

This study aims to examine the speech act strategies used by netizens in the comment column of public figures' posts on Instagram. Through a pragmatic approach, especially Searle's speech act theory and Brown and Levinson's politeness, this study analyzes the form, function, and social context behind netizens' speech. The method used is descriptive qualitative with data in the form of comments on viral public figure posts. The results of the study show that directive and expressive speech acts are the most dominant, often accompanied by negative politeness strategies or violations of politeness principles. These findings reflect the dynamics of digital communication that is full of expression and influenced by anonymity and social media culture.

Keywords: speech acts, netizen comments, pragmatics, Instagram, language politeness.


PENDAHULUAN

Instagram sebagai salah satu media sosial populer telah menjadi ruang publik tempat berlangsungnya berbagai interaksi bahasa. Komentar-komentar yang muncul pada unggahan publik figur tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga mencerminkan strategi komunikasi tertentu. Dalam kajian pragmatik, tuturan bukan sekadar ujaran linguistik, tetapi juga tindakan sosial. Oleh karena itu, komentar netizen menjadi objek menarik untuk dianalisis secara pragmatik, khususnya dalam konteks strategi tindak tutur dan kesantunan berbahasa.

Penelitian ini berfokus pada bentuk-bentuk tindak tutur yang muncul di kolom komentar Instagram dan strategi kebahasaan yang digunakan netizen dalam menyampaikan pendapat, kritik, dukungan, atau sindiran.


TINJAUAN PUSTAKA

Teori Tindak Tutur
Menurut Searle (1979), tindak tutur terbagi menjadi lima jenis: representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak tutur dipandang sebagai bentuk tindakan yang dilakukan melalui ujaran.

Teori Kesantunan
Brown dan Levinson (1987) mengembangkan teori kesantunan berdasarkan dua jenis muka: positive face dan negative face. Strategi kesantunan digunakan untuk menjaga hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur.

Komunikasi di Media Sosial
Media sosial menciptakan ruang komunikasi yang cepat, spontan, dan terkadang anonim, yang memengaruhi cara seseorang menggunakan bahasa. Dalam konteks ini, strategi berbahasa bisa berubah dari norma konvensional.


METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari 100 komentar netizen pada tiga unggahan Instagram publik figur yang sedang viral dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan pencatatan data. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi jenis tindak tutur dan strategi kesantunan yang digunakan.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Jenis Tindak Tutur
Dari hasil analisis, ditemukan lima jenis tindak tutur, namun yang paling dominan adalah:
Tindak tutur direktif: seperti ajakan, perintah, saran, dan larangan. Contoh: "Mending kamu klarifikasi deh sebelum makin ramai!"
Tindak tutur ekspresif: berupa pujian, sindiran, hingga makian. Contoh: "Kok tega sih, kecewa banget sama kamu."

Strategi Kesantunan
Strategi kesantunan negatif muncul dalam bentuk permohonan atau saran tidak langsung.
Pelanggaran prinsip kesantunan banyak terjadi, terutama dalam komentar yang bersifat menyudutkan atau memaki.

Konteks Sosial dan Emosi
Sebagian besar komentar dipengaruhi oleh emosi kolektif netizen, terutama pada isu-isu yang bersifat sensitif seperti skandal atau kontroversi publik figur.


KESIMPULAN

Komentar netizen di Instagram menunjukkan bahwa media sosial adalah ruang komunikasi pragmatik yang aktif. Tindak tutur direktif dan ekspresif mendominasi, disertai dengan berbagai strategi kesantunan, baik yang menjaga maupun yang melanggar norma sopan santun. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran pragmatik dalam komunikasi digital untuk membentuk etika berbahasa yang sehat.


DAFTAR PUSTAKA

Brown, P., & Levinson, S. (1987). Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge University Press.
Searle, J. R. (1979). Expression and Meaning: Studies in the Theory of Speech Acts. Cambridge University Press.
Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford University Press.
Crystal, D. (2006). Language and the Internet. Cambridge University Press.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Even If This Love Disappears from the World Tonight: Cinta yang Diperjuangkan Meski Terus Terlupakan

Lentera Asa di Cakrawala

The First Responders: Drama Humanis yang Menggugah di Tengah Ketegangan Aksi