The Wind Rises: Ajarkan Bertahan di Tengah Badai Kehidupan yang Sukses Menguras Air Mata Penontonnya
Penulis: Windi Aulia
Sumber Foto: https://pin.it/4Or2GfMQ3
The Wind Rises adalah film anime Jepang yang artinya “Angin berhembus” diambil dari kutipan puisi Prancis karya Paul Valery, yaitu “Le vent se leve! Il faut tenter de vivre!” yang berarti “Angin bertiup kencang! Kita harus berusaha untuk hidup!”. Makna ini bukan cuma soal cuaca, tapi soal hidup yang menggambarkan semangat untuk terus maju dan bertahan meskipun hidup penuh tantangan. Film ini punya nuansa drama, biografi, sedikit romansa, dengan tema mimpi, pengorbanan, dan pilihan hidup di tengah masa perang. Film ini ngingetin kita bahwa dalam hidup yang penuh badai dan tantangan, kita harus tetap berdiri, tetap mencoba, tetap hidup. Dari makna itu, film ini mulai membawa kita masuk ke perjalanan hidup seorang tokoh yang punya mimpi besar di tengah dunia yang sedang kacau.
The Wind Rises bercerita tentang Jiro Horikoshi, seorang anak laki-laki yang sejak kecil sudah punya impian besar: ia ingin terbang, tapi karena matanya minus, ia sadar jadi pilot bukan pilihan. Tapi Jiro nggak menyerah. Ia memutuskan untuk tetap dekat dengan dunia penerbangan dengan jadi insinyur pesawat dengan inspirasi utamanya yaitu seorang desainer pesawat asal Italia, Giovanni Caproni, yang sering muncul dalam mimpinya.
Waktu berlalu, Jiro tumbuh jadi remaja cerdas dan penuh semangat. Ia masuk universitas teknik dan belajar keras untuk bisa merancang pesawat. Jepang saat itu sedang dalam masa sulit, ekonomi susah, dan perang mulai membayangi. Tapi Jiro tetap fokus mengejar impiannya, meski harus melewati berbagai rintangan, dari bencana alam sampai tekanan pekerjaan yang melelahkan.
Dalam perjalanannya sebagai insinyur, Jiro ditugaskan ke berbagai tempat, termasuk ke Jerman, untuk belajar teknologi pesawat lebih maju. Di sana dia melihat betapa majunya negara lain, dan itu bikin dia makin semangat buat bikin pesawat terbaik untuk negaranya. Tapi, semuanya nggak semudah itu, kadang impian juga bisa jadi beban, apalagi kalau harus dipakai buat perang.
Di tengah hidupnya yang penuh angka dan rancangan, Jiro nggak sengaja ketemu lagi sama Naoko, gadis yang pernah ia tolong waktu kecil. Dari situ, hubungan mereka berkembang jadi kisah cinta yang manis tapi juga tragis. Naoko ternyata menderita TBC, penyakit yang waktu itu belum ada obatnya. Tapi cinta mereka tetap tumbuh, walau dihantui ketakutan akan kehilangan.
Jiro dan Naoko akhirnya menikah dalam kesederhanaan. Meski tahu waktu mereka terbatas, mereka tetap saling mendukung. Naoko tahu betul betapa pentingnya impian Jiro, dan Jiro pun mencoba jadi suami yang kuat walau hatinya berkecamuk. Semua ini terjadi di tengah tekanan kerja yang makin besar karena Jepang sedang bersiap untuk Perang Dunia II.
Akhirnya, pesawat rancangan Jiro, Mitsubishi A5M dan kemudian A6M Zero berhasil dibuat dan dipakai dalam perang. Tapi keberhasilan itu nggak sepenuhnya bikin Jiro bahagia. Ia kehilangan banyak hal, termasuk Naoko, dan mulai mempertanyakan semua yang udah ia capai. Film ini pun ditutup dengan suasana yang tenang tapi menyisakan perasaan pilu.
Salah satu hal paling kuat dari The Wind Rises adalah visualnya yang luar biasa indah. Studio Ghibli benar-benar tahu cara membuat animasi yang bukan cuma cantik tapi juga punya jiwa. Ditambah lagi, musik dari Joe Hisaishi bikin suasana film jadi makin menyentuh. Ceritanya juga punya makna mendalam tentang mimpi, cinta, dan konsekuensinya yang meninggalkan kesan mendalam setelah selesai ditonton.
Tapi, film ini bisa terasa agak lambat buat yang nggak terlalu suka drama atau cerita biografi. Beberapa bagian terasa terlalu teknis atau berat, terutama waktu Jiro lagi ngomongin detail pesawat. Selain itu, hubungan Jiro dan Naoko kadang terasa terlalu cepat berkembang, padahal itu bagian penting dari emosional film ini.
The Wind Rises bukan film aksi atau fantasi kayak kebanyakan film Ghibli lainnya. Ini lebih ke drama sejarah yang tenang dan kontemplatif. Buat yang suka kisah penuh makna dan visual artistik, film ini bisa jadi pengalaman nonton yang berkesan banget. Ceritanya nggak cuma soal mimpi dan cinta, tapi juga tentang apa yang harus dikorbankan demi keduanya.
Secara keseluruhan, The Wind Rises adalah karya perpisahan Hayao Miyazaki yang elegan dan menyentuh. Meskipun bukan film yang cocok untuk semua orang, film ini tetap layak ditonton, terutama oleh mereka yang menghargai cerita yang perlahan tapi dalam. Film ini mengingatkan kita bahwa “Angin akan terus berhembus” dan kita harus terus hidup, apa pun yang terjadi.

Komentar
Posting Komentar